SLIDE-1-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-2-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-3-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-4-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-5-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

Senin, 12 April 2010

Kurangnya Respon Pemerintah terhadap Kehidupan Rakyat Kecil

Pada Gambar yang terdapat disamping adalah contoh bagiamana aspirasi rakyat kecil yang tidak pernah didengar oleh pemerintah atau anggota DPR-MPR, karena menurut saya Anggota dewan/ Mpr tuh ibarat seseorang yang kecemplung ke kubangan lumpur/ empang/ yang penuh dg ARWANA, baju bersihnya pasti kotor, dan saking asyiknya dapat ikan ARWANA tak peduli orang sekitar teriak-teriak minta bantuan, minta ikan itu, biar bajunya sudah di Rinsopun tak akan kembali putih seperti sediakala.. Memang mereka masuk jadi anggota DPR/ MPR dg kendaraannya masing-masing/ bawa misi partai nya, kalo tak bela ya dipecat, putuslah aliran deposit partainya, biar rakyat teriak-teriak peduli amat, kumpul/ rapat ya rapat lah, paripurna pula, tapi ya cuma debat doang, hasilnya ? mentah. biaya hidup rakyat kecil tetap mahal, saya pikir tidak ada gunanya mereka. memang sulit jadi pemain, enak jadi penonton, mudah berkomentar, mudah mencemooh, dan mengkritik. Orang yang pernah duduk dilembaga tinggi negara pun begitu, dikandang, mereka tidak banyak bicara, pas keluar kandang ? banyak komentarnya.

Contoh yang terdapat pada gambar yang lain adalah seorang petani yang lahannya digusur dan nekat mengakhiri hidupnya karena proyek pembangunan pemerintah yang tidak mempedulikan dan tidak sadar apa yang telah dilakukannya kepada rakyat kecil bahwa lahan tersebut adalah suatu mata pencariannya.

Dan satu lagi contoh rakyat kecil yang sengsara karena konveksi minyak tanah menjadi gas elpiji, hal tersebut sangat memberatkan beban rakyat terutama rakyat kecil dapat terlihat bahwa seorang ibu begitu berat mengangkat gas elpiji yang harganya lebih tinggi dari minyak tanah sehingga membuat rakyat kecil kesulitan mencari sesuap nasi. Jadi saudara-saudara sebangsa dan setanah air mari kita memberikan suara untuk didengar wakil rakyat kita yang masih tidur.selama ini teriakan kita tidak pernah didengar bahkan sampai saat ini. Banyak masalah dinegeri ini yang belum terselesaikan namun mereka selalu menuntut kesehjateraan dan perhatian lebih dari rakyat Indonesia.